Laman

Rabu, 24 Juli 2013

Lomba Menulis Cerpen “Mari Berbagi Mari Menginspirasi" untuk pelajar SMA/ SMK/ MA/ sederajat (DL: 21 Agustus 2013)


Komunitas Perdu Magelang bersama dengan Tim Jurnalistik SMA Negeri 1 Muntilan
mengadakan lomba cerpen "Mari Berbagi Mari Menginspirasi"
GRATISSS!!!  
setiap orang menjalani garis hidupnya masing-masing, sehingga dalam proses itulah kita menemukan ilmu dan pengalaman yang berbeda-beda. Agar menjadi insan yang bijaksana, kita perlu belajar dari pengalaman orang lain. Saling berbagi dan saling menginspirasi merupakan langkah yang tepat untuk mencapai kebijaksanaan hidup yang sempurna.
Berbagi inspirasi tidak harus masuk tivi, atau ceramah di mimbar-mimbar, dsb tetapi bisa dengan menulis yang inspiratif.  Itu hal termudah yang setiap orang bisa lakukan.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo tuliskan pengalamanmu menjadi cerpen yang inspiratif! Ikuti Lomba Menulis Cerpen ini! Raih hadiahnya! Dan pastikan karyamu masuk dua puluh lima karya cerpen terbaik yang akan dibukukan ...!

Lomba ini terbuka untuk seluruh siswa-siswi SMA/SMK/MA di seluruh pelosok Indonesia,mulai diadakan sejak 21 Juli hingga 21 Agustus 2013. Adapun syarat dan ketentuan pengiriman naskah cerpen sebagai berikut:
  • Tema lomba: Dunia remaja yang inspiratif
  • Setting cerita sekitar Kabupaten-kota Magelang
  • Jumlah halaman cerpen antara 4-8 halaman
  • Ukuran kertas A4/Quarto, font Times New Roman, size 12, spasi 1,5, margin top 3, left 3, bottom 3, right 3.
  • Disertakan data pribadi yang meliputi nama lengkap, asal sekolah, TTL, alamat rumah, nomor yang bisa dihubungi  dibawah naskah cerpen.
  • Disertakan soft foto size maksimal 100 Kb.
  • Dikirim via e-mail ke alamat perdu_komunitas@yahoo.com dalam bentuk attachment, berupa naskah cerpen, scan kartu pelajar, dan soft foto.
  • Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 2 cerpen terbaiknya.
  • Cerpen belum pernah diikutkan pada lomba cerpen/tidak pernah diterbitkan di media cetak maupun online.
  • Kesesuaian naskah dengan tema lomba, tidak mengandung asusila, pornografi, serta tidak mengandung SARA.
  • Syarat penulisan  dan kelengkapan naskah menjadi factor penentu lolos tidaknya naskah cerpen seleksi pertama untuk dinilai oleh dewan juri.
  • Deadline pengiriman naskah tanggal 21 Agustus 2013.
  • 25 karya terbaik akan dibukukan
  • Pengumuman pemenang lomba pada tanggal 27 Oktober 2013
  • Event lomba ini GRATISSS!!!
  • Pemenang lomba:
Juara 1 : uang pembinaan senilai Rp 300.000,00 + sertifikat + 1 buku antologi 25 karya cerpen terbaik.
Juara 2 : uang pembinaan senilai Rp 200.000,00 + sertifikat + 1 buku antologi 25 karya cerpen terbaik.
Juara 3 : uang pembinaan senilai Rp 100.000,00 + sertifikat + 1 buku antologi 25 karya cerpen terbaik.

Jika ada pertanyaan silakan menghubungi:      
Puji    (087839296642)
Jilli   (081901094798)

Sumber : www.perdumenulis.blogspot.com


Mohon bantuannya untuk menyebarkan infonya ya... Terima kasih.

Minggu, 30 Juni 2013

Gerakan Wirausaha Membangun Negara




Menapaki tangga-tangga reformasi, Indonesia semakin banyak belajar. Mulai dari demokrasi, kebebasan pers hingga persoalan HAM. Meski begitu, banyak juga permasalahan pelik yang belum terpecahkan. Contohnya masyarakat yang konsumtif dan hedonis, pergaulan bebas tanpa batas, kemiskinan, pengangguran, hingga meningkatnya kriminalitas. Korupsi dilakukan tanpa malu lagi. Pertanda perjuangan reformasi yang dipelopori oleh elemen-elemen mahasiswa belum tuntas. Bangsa kita harus terus bangkit menghadapai tantangan tersebut!

Apalagi mahasiswa sebagai agen of change, diharapkan memberikan solusi terhadap problematika ini. Namun banyak sekali mahasiswa yang apatis, tidak peduli. Sementara yang mengaku berkesadaran sosial, bisanya cuma demo dan memacetkan jalanan. Kegiatan ekonomi tersendat karena arus distribusi barang tidak jalan. Dari mobilisasi masyarakat hingga stabilitas nasionalpun juga terganggu. Dalam demonstrasi biasanya juga terjangkit virus demoralisasi. Berkoar-koar, mengumpat, kata-kata kotor, dan tak sopan, keluar semua! Bahkan demonstran sering anarkhi; menyandera kendaraan, merusak fasilitas umum, hingga bentrok dengan aparat. Seakan sudah menjadi hobi. Memangnya, apa yang sudah kita dapatkan dari hobi tersebut? Efektifkah itu?

Nampaknya, konteks perjuangan di era reformasi perlu kita kaji kembali. Kesadaran sosial mahasiswa jelas bukan untuk merusak dan melawan Negara, namun bersama-sama membangunnya. Adapun wujud nyatanya yaitu dengan melalui gerakan wirausaha. Bisa dari sektor pertanian, peternakan, kuliner, mode, seni, tulis-menulis, internet marketing, elektro, industry kreatif, maupun dari hobi yang disenanginya. Mahasiswa sebenarnya memiliki modal yang luar biasa yaitu intelektual dan keberanian. Mereka terlatih untuk kerja cerdas dan belajar dari pengalaman. Mereka berani menghadapi resiko, tantangan, dan ketidakpastian. Jatuh, bangun, jatuh, dan bangun lagi, hingga sampai kesuksesan dalam bisnisnya. Itulah perjuangan yang sebenarnya.

Sehingga, mahasiswa diharapkan dapat terlibat secara langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka turun tangan mengentaskan bangsa dari belenggu kemiskinan, ikut menghabisi angka pengangguran, Tingkatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat pun meningkat. Hingga kita terbebas dari neoimperialisme global. Dan dengan bangga, Indonesia berdiri sebagai Negara yang maju. Maka kesimpulannya, beranilah untuk memulai semua itu!

Oleh:   Ahmad Pujianto
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga

Selasa, 14 Mei 2013

MURI Beri Penghargaan Kepada Perpustakaan UIN





Sistem perpustakaan menggunakan Radio Frekwensy Identivication (RFID) yang dikembangkan UPT. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,  dianugerahi perhargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI). Pemberian penghargaan akan dilaksanakan, Kamis, 6 Desember 2012, bersamaan dengan diselenggarakannya Seminar Nasional “Akses Perpustakaan dengan Cloud Computing  & Social Networking, bertempat di Gedung Convention Hall Kampus setempat.
Hal itu diampaikan Ketua Panitia Seminar Suharyanto di Redaksi kedaulatan Rakyat, Selasa (4/12). Didampingi Wakil Kepala Perpustakaan Widyastuti Kartini dan Sekretaris Panitia Sri Astuti, Haryanto menjelaskan, semua informasi yang sebelumnya hanya tersimpan diruangan, dengan sistem RFID akan disimpan dalam server. “Mengubah proses yang sebelumnya dilakukan sekitar 15 menit menjadi kuarang dari 1 menit,” kata Haryanto menerangkan keunggulan sistem RFID. “Semua peminjam buku juga tidak perlu bersentuhan langsung dengan orang, namun cukup lewat server,” ungkapnya.
Harapannya, sistem yang dipakai perpustakaan UIN ini nantinya bisa menjangkau diseluruh indonesia. Yogya yang telah menjadi trendsetter pustakawan memang sudah seharusnya tersentuh teknologi dan menjadi model perpustakaan masa sekarang.
Widyastuti Kartini mengatakan, pemateri seminar antara lain Dr. Ir. Ashwin Sasongko M.Sc. (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementrian Kominfo), Putu Laxman Pendit, MA. Ph.D. (Dosen RMIT University Melbourne dan konsultan bidang informasi), Prof. Dr. Zainal A Hasibuan (Wakil Ketua Dewan TIK Nasional dan Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia), Agung Fatmanto, M.TI. Ph.D. (Kepala Pusat Komputer dan Sistem Informasi, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga) dan Mr Arun (Software dari STLogitrack Singapura).